CARA BUDIDAYA BROKOLI


Harga lumayan mahal dan tak sedikit dibutuhkan, itulah brokoli. Jenis sayuran yg satu ini mempunyai nilai ekonomi yg tinggi, sebab tidak hanya mempunyai rasa yg enak juga bernutrisi tinggi. Bahkan, brokoli juga dipercaya mampu mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, diantaranya adalah:

  • - Meningkatkan daya tahan tubuh, menambah kesehatan tulang, mencegah penyakit jantung, menolong pengamatan supaya lebih tajam.
  • - Membantu mencegah kanker, mengontrol tekanan darah, membenahi kerusakan kulit.
  • - Membantu melawan depresi, mencegah penyakit kardiovaskular, menambah kesehatan pencernaan, dan dan menyukseskan diet penurunan berat badan.


Dengan sejuta fungsi yg terkandung di dalamnya ditambah dengan rasanya yg enak itulah, membikin brokoli tak sempat kehilangan pangsa pasar. Bahkan kebutuhan akan sayuran yg satu ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Sehingga lumayan pantas apabila urusan ekonomi budidaya brokoli menjadi salah satu pilihan yg pantas untuk dilirik. Apalagi untuk membudidayakannya pun terbilang lumayan mudah.
Berikut berbagai kiat dan teknik tutorial menaman brokoli yg baik :

Persiapan Lahan
Lahan yg akan ditanami terlebih dahulu dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman sebelumnya. Tanah yg telah bersih tersebut selanjutnya digemburkan dengan tutorial dibajak alias dicangkul. Setelah itu, dibangun guludan-guludan (tumpukan tanah yg memanjang) selebar hingga 100 cm di atas lahan sebagai media penanaman brokoli. Tinggi ideal guludan-guludan tersebut merupakan sekitar 35 cm dengan jarak antar guludan sekitar 40 cm. Disarankan PH tanah diatas 5,5 dan apabila lebih rendah sebaiknya dilakukan pengapuran tanah.

Lahan yg telah siap tersebut kemudian diberi pupuk sangkar dengan jumlah secukupnya sesuai dengan luas lahan. Hal ini mengandung maksud supaya tanah menjadi lebih subur jadi tanaman brokoli mampu memberi yg akan terjadi yg maksimal.
Pembenihan dan Persemaian

Pembenihan
Benih terlebih dahulu wajib disterilisasi dengan tutorial direndam ke dalam air panas bersuhu 550C selagi 15 – 30 menit, alias dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida dengan dosis sesuai anjuran.
Benih yg telah disterilisasi selanjutnya diseleksi dengan tutorial merendam biji benih ke dalam air. Biji benih yg baik, akan karam sementara yg jelek akan mengapung alias melayang di dalam air.
Benih yg baik tersebut kemudian direndam selagi tak lebih lebih 12 jam, alias hingga benih terkesan pecah, dengan tujuan supaya benih cepat berkecambah.

Persemaian
Tempat persemaian benih dilakukan di bedengan. Sebelum dibangun bedengan, tanah terlebih dahulu dicangkul dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu dibangun bedengan alias guludan dengan lebar 110 – 120 cm, dan panjang sesuai dengan kebutuhan.
Penyemaian dilakukan dengan dua cara, pertama disebar diatas bedengan dan kedua dengan menggunakan plastik polibag.
Media semai yg dipakai merupakan campuran tanah halus dan ayakan pupuk sangkar matang dengan rasio 1 : 2 alias 1 : 1. Setelah media semai siap, masukkan benih satu persatu ke dalam plastik polibag yg telah diisi media tanam sedalam 0,2 – 1,0 cm dan tutup tipis dengan tanah alias pupuk sangkar matang.
Siramlah benih tersebut pada pagi dan sore, dan tutuplah dengan daun pisang untuk menjaga kelembaban supaya kecambah cepat tumbuh. Begitu tumbuh kecambah, daun pisang mampu dibuang.

Penanaman
Penanaman bibit brokoli dilakukan dengan memindahkan bibit-bibit yg siap tanam ke atas guludan-guludan yg telah dipersiapkan. Penanaman diatur dengan jarak tanam sekitar 50 cm x 50 cm di atas guludan. Cara menanam bibit-bibit tersebut dengan memasukkan tahap akar ke dalam tanah guludan dengan cara hati-hati supaya akar maupun daun tak hingga rusak.

Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan terdiri atas berbagai bagian, diantaranya adalah:
Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yg rusak alias mati. Penyulaman hanya mampu dilakukan sebelum tanaman berusia dua minggu.
Perempelan
Lakukan perempelan cabang seawal mungkin supaya ukuran dan nilai masa bunga yg terbentuk mampu lebih optimal. Setelah terbentuk masa bunga, ikatlah daun – daun tua sedemikian rupa, jadi masa bunga mampu ternaungi matahari. Penutupan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga supaya masih putih.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk mengendalikan hama dan penyakit mampu dilakukan dengan pemakaian benih yg leluasa penyakit, yakni dengan merendam benih ke dalam air panas bersuhu 500 C alias direndam ke dalam fungisida / bakterisida selagi 15 menit. Pengendalian hama juga mampu dilakukan lewat rotasi tanaman, sanitasi kebun, menanam kultivar /varietas yg tahan penyakit.
Melakukan sterilisasi media semai, menghidari tanaman dari kerusakan mekanis alias gigitan serangga, mencabut tanaman yg terserang penyakit, dan pengapuran pada tanah masam. Sedang untuk mencegah agresi hama penyakit, perbuat penyemprotan pestisida meskipun belum ada gejala agresi hama. Penyemprotan tersebut mampu dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Penyiangan
Penyiangan pertama dilakukan pada 7 – 10 hari seusai tanam, bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemupukan. Penyiangan kedua dilakukan pada 20 hari seusai tanam, dan penyiangan ketiga pada 30 -35 hari seusai masa tanam. Ketika melakukan penyiangan dan penggemburan, wajib dilakukan dengan hati – hati dan jangan terlalu dalam supaya akar tak rusak Penyiangan baru dihentikan pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki masa pembungaan).
Pemupukan tambahan
Pada umur satu minggu, tiga minggu, dan lima minggu seusai tanam, pupuk susulan diberikan di sekeliling tanaman sejauh 10 – 15 cm dari batang tanaman. Dosis pemupukan tersebut merupakan sebagai berikut:
1 minggu seusai tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg
3 minggu seusai tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg
5 minggu seusai tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg
Dosis tersebut di atas dipakai untuk setiap satu hektar lahan.
Penyiraman alias Pengairan .
Pada fase pertumbuhan awal alias masa pembentukan bunga , kondisi tanah wajib senantiasa dijaga supaya masih dalam kondisi basah. Untuk itu perbuat penyiraman seminggu 2 – 4 kali .atau menonton kondisi tanah.

Panen dan pasca panen
Pada ketika masa bunga mencapai ukuran maksimal, alias ketika tanaman brokoli telah berusia 55 – 100 hari, (tergantung varietas / kultivar tanaman), barulah brokoli mampu dipanen. Brokoli yg telah dipanen selanjutnya diletakkan di daerah yg teduh sebelum dilakukan proses penyortiran. Sortir dilakukan berdasarkan diameter kepala bunga yg terbagi 4 kelas yaitu : >30 cm, 25 – 30 cm, 20 – 25, dan 15 – 20 cm. Untuk penyimpanan, sebaiknya diletakkan di ruang gelap pada temperature 200 C, dengan kelembaban 75 -85 %, alias di dalam kamar dingin dengan temperatur 4,40 C dengan kelembaban 85 -95 %.

0 Response to "CARA BUDIDAYA BROKOLI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel